Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Peran Data dalam Native Advertising

By
GetCraft
 •
May 25, 2020

Membuat sebuah native advertising itu tidaklah mudah, perlu strategi serta persiapan yang penuh perhitungan. Karena seperti yang diungkapkan oleh Kareen Whitney-Vernon, SVP Branded Entertainment Shaftesbury, sebuah branded content yang sukses itu perlu menunjukkan kepada audiens apa yang menjadi visi misi dan karakter brand dan bukan hanya produk yang dipromosikan saja.

Tidak hanya mengemukakan pendirian brand saja, sebuah native advertising juga perlu dibuat semenarik mungkin agar memiliki daya pikat bagi masyarakat. Misalnya saja dengan cerita-cerita narasi yang emosional, atau ditambah gambar dan desain yang mengagumkan. Tetapi terkadang seorang pemasar suka melupakan satu amunisi penting yang membuat native advertising menjadi lebih terpercaya, yaitu data yang valid untuk menguatkan cerita tersebut.

Data selalu diperlukan dalam pembuatan native advertising, baik itu berupa data yang didapat melalui riset, semisal riset untuk menentukan target pasar, data seputar tren yang sedang digemari, maupun data yang diperoleh setelah native advertising diluncurkan ke pasaran, biasanya merupakan survei.

Salah satu keunggulan data yaitu bisa membuat pemasar menjadi tahu bagaimana respon audiens terhadap native advertising yang dibuat. Tidak sampai di situ, sebuah data juga bisa membantu kita untuk membangun sebuah cerita tentang apa yang ingin disampaikan sebagai brand. Dan dengan memiliki data baik itu untuk brand atau kampanye native advertising yang dijalankan, kita menjadi lebih mudah untuk terkoneksi dengan para audiens.

Karena itu, mengumpulkan data sebelum membuat dan menerapkannya di dalam native advertising menjadi hal penting untuk membangun kredibilitas konten di mata audiens kita tersebut.

Lalu bagaimana peran data dalam membentuk sebuah native advertising yang sukses?

Baca Juga: Apa itu Native Advertising?

Tiga manfaat data

Mungkin penggunaan data yang paling umum digunakan oleh para pemasar adalah untuk menentukan tujuan dari native advertising yang dijalankan dan KPI seperti apa yang ingin diraih.

Alasan lainnya, data juga bisa digunakan untuk mencari tahu kenapa para pelanggan harus peduli dengan produk kita dan apa yang menyebabkan audiens mau melihat native advertising yang telah kita buat tersebut. Dengan begitu, ketika membuat sebuah native advertising, pemasar tidak hanya mencontoh konten yang sudah ada saja tetapi juga bisa membangun sebuah cerita yang benar-benar baru.

Dan yang ketiga, data pada akhirnya bisa menjadi inspirasi dan sumber kreativitas kita ketika membuat sebuah native advertising yang bermanfaat bagi masyakat luas.

Data adalah cerita itu sendiri dan mendekatkan kepada masyarakat

Ketika mengumpulkan data, pemasar bisa mencari tahu apa yang menjadi kesukaan dari para audiens. Dan setelah itu mereka bisa mengetahui bagaimana pengalaman-pengalaman yang pernah dilalui oleh masyarakat.

Karena itu, melalui penghimpunan data tersebut, pemasar bisa membangun sebuah cerita yang relevan dengan masyarakat. Dan mereka menjadi tahu hal-hal apa saja yang bisa menarik perhatian khalayak atau bisa mengetahui tantangan apa yang sedang dihadapi masyarakat.

Dan sebuah cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat bisa menjadi kunci untuk memahami audiens dan juga mengetahui pesan unik seperti apa yang ingin dibaca oleh khalayak luas.

Selain itu, sebuah native advertising yang didukung oleh data tersebut bisa menjadi satu komponen cerita yang original dan tidak akan mudah ditiru oleh orang lain.

Klik disini untuk bekerjasama dengan Publisher terbaik Asia Tenggara

Data bisa membantu menentukan topik yang ingin dibuat

Salah satu tantangan terbesar ketika ingin membuat sebuah native advertising adalah menentukan ide cerita. Ketika kita salah memilih topik, maka bisa mengakibatkan kegagalan di segala strategi yang sedang dijalankan. Dan ketika sulit menentukan sebuah ide dan hanya menerka-nerka, data yang telah dikumpulkan bisa menjadi satu solusi agar kita bisa membuat sebuah konten yang cocok dengan target audiens.

Di saat mengumpulkan data ini, beberapa hal yang bisa dicari yakni, siapa konsumen potensial kita, konten seperti apa yang bisa menarik perhatian mereka, cerita seperti apa yang kira-kira bisa menimbulkan engagement, atau tren apa yang sedang terjadi di tengah masyarakat?

Setelah itu, data yang kita kumpulkan tersebut dapat menjadi satu topik yang bisa tepat sasaran, disukai dan di sisi lain bisa mencapai tujuan bisnis kita.

Data bisa membentuk kredibilitas native advertising

Sebagai pemasar tentu kita ingin native advertising yang dijalankan bisa mendapatkan kredibilitas. Dan untuk itu, sejak awal kita perlu mendapatkan kepercayaan publik terlebih dahulu.

Dan dengan menjelaskan data secara transparan tentunya bisa membuat konten yang kita sajikan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Setelah mendapatkan kepercayaan itu, maka kredibilitas native advertising tersebut menjadi satu hal yang tidak dipertanyakan oleh khalayak. Karena biar bagaimana pun, transparansi merupakan satu fundamen untuk membangun kepercayaan masyarakat.

Setelah mendapatkan kepercayaan, maka pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh masyakat, dan pada akhirnya bisa mempengaruhi keputusan pembelian mereka.

Baca Juga: Stop Spamming! Ini Dia Cara Membuat Native Advertising yang Seru

Data tentunya merupakan satu hal perlu digali oleh pemasar ketika membuat sebuah native advertising. Dengan begitu kampanye yang dijalanakan oleh pemasar tersebut bisa mencapai harapan dan berpengaruh positif pada citra brand terkait.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles