Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Mengapa Sponsored Content Bagus untuk Strategi Pemasaran

By
GetCraft
 •
May 23, 2020

Dalam laporan Native Advertising & Influencer Marketing (untuk Indonesia dan Filipina) 2018, GetCRAFT menemukan fakta bahwa brand saat ini lebih banyak yang meningkatkan digital merketing mereka ke arah native advertising (native ads), termasuk juga sosial media berbayar, paid search, influencer marketing dan konten sponsor.

Perubahan ini terjadi karena alasan-alasan yang relevan. Artinya, saat muncul, native ads akan menjadi promosi berbayar yang akan mengambil bentuk, fungsi dan kualitas dari konten yang ada di platformNative ads juga akan membuat audiens merasa mereka tidak langsung menjadi target serta akan membuka lebih banyak kesempatan untuk melibatkan konsumen dalam ‘percakapan’.

GetCRAFT mendefinisikan native ads menjadi tiga kategori: native ads yang terprogram, unit-unit native ads, dan konten sponsor. Setiap jenis native ads memiliki potensinya masing-masing, tergantung dengan proses teknis dan kebutuhan spesifiknya.

Native ads yang terprogram akan menargetkan audiens berdasarkan metadata yang telah dikumpulkan dari salah satu kanal atau media. Kanal atau media yang dipakai untuk metadatanya biasanya adalah yang sudah umum di masyarakat, dari servis-servis seperti Taboola atau Outbrain.

Unit-unit native ads akan memungkinkan advertisers untuk mempromosikan konten di platform yang sudah dipilih. Contohnya kemampuan untuk posting ads di Facebook, untuk muncul sebagai bagian dari hasil pencarian Google, atau untuk dipromosikan di listing Amazon.

Apa itu sponsored content?

Sponsored content atau konten bersponsor adalah bentuk dari pemasaran yang diterbitkan oleh publisher atau influencer di media sosial dalam bentuk dan kualitas yang disesuaikan oleh jenis-jenis konten personal mereka masing-masing. Bisa jadi berbentuk artikel, foto, video, dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk membuat dan membangun percakapan tentang kategori atau bahkan produk yang mereka pasarkan.

Kami menyebut konten yang dibuat oleh publisher sebagai sebuah konten brand. Itu adalah sebuah bentuk dari native ads yang memungkinkan brand untuk menyampaikan pesan mereka dengan bergantung pada kredibilitas, penyampaian yang unik dan hubungan dengan audiens mereka yang telah berkembang seiring waktu.

→Klik di sini untuk bekerjasama dengan publisher terbaik di Asia Tenggara

Saat brand mengkolaborasikan konten dengan influencer, kami menyebutnya sebagai influencer marketing. Ini mengizinkan para pemasar untuk memperluas target di sosial media melampaui laman mereka dengan cara memasuki jaringan populer atau terkadang grup-grup yang niche.

Pengalaman kami di GetCraft telah mengajarkan bahwa kedekatan dalam hubungan dari publisher dan influencer ke audiens mereka, dapat meningkatkan rate klik. Konten brand biasanya memiliki klik ke rate dari 1-2% dan influencer marketing 2-4%. Dengan perbandingan, unit-unit native ads dan native ads yang terprogram, keduanya memiliki rate klik sebesar 0,2%-0,8%.

Kami menghubungkan hasil tersebut dengan fakta bahwa audiens lebih mudah percaya dengan sumber konten yang mereka percayai. Global Trust in Advertising Report dari Nielsen mengatakan bahwa 83% dari konsumen mempercayai rekomendasi dari orang yang mereka kenal dan 66% lainnya percaya pada konten editorial. Hanya sekitar 42% yang saat ini percaya dengan display ads.

Jadi, saat semua native ads menyediakan tujuan, konten bersponsor adalah rekomendasi pilihan kami untuk para pemasar yang ingin membidik percakapan tentang brandnya. Daripada membuat satu atau dua versi dari banner ad, contohnya, berkolaborasi dengan publishers dan influencer dapat dengan mudah memberi anda banyak jumlah konten serta lebih banyak melibatkan audiens.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles