Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

5 Kesalahan yang Kerap Terjadi dalam Influencer Marketing

By
GetCraft
 •
May 26, 2020

Akhir-akhir ini strategi influencer marketing tengah menjadi unggulan di dunia pemasaran. Karena dengan biayanya yang efektif, strategi ini bisa mendatangkan berbagai keuntungan bagi sebuah brand.

Walau begitu, kadang kala influencer marketing juga kerap membuat pemasar geleng-geleng kepala karena tidak berhasil menembus KPI yang telah ditentukan. Tetapi, hal-hal apa saja bisa yang membuat influencer marketing tidak mencapai objektif yang diharapkan?

Baca Juga: Memahami Influencer Marketing

Melupakan tujuan

Kadang pemasar menggunakan influencer marketing hanya karena mengikuti tren yang sedang berkembang dan mengharapkan keuntungan seperti yang terungkap dalam berbagai testimoni yang diungkapkan berbagai brand. Namun pemasar sering melupakan satu hal penting dari influencer marketing ini, yakni apa yang menjadi tujuan ketika menggunakan strategi ini bagi bisnis mereka.

Ketika menentukan tujuan strategi influencer marketing ini, hal yang perlu untuk dipikirkan oleh pemasar adalah, kenapa influencer marketing ini penting bagi sebuah brand? Dan nilai apa yang dapat diberikan melalui influencer marketing ini? Lalu hasil apa yang diharapkan oleh brand ketika menggunakan strategi ini?

Untuk itu, pemasar perlu menenentukan tujuan pemasaran ini secara realistis dan dapat mereka raih.

Tidak melakukan riset terlebih dahulu

Memilih influencer untuk diajak bekerja sama itu tidak bisa sembarangan. Karena tidak semua influencer itu cocok dengan suatu brand, dan belum tentu potential customer sesuai dengan influencer yang dipilih. Maka melakukan riset sebelum memulai kampanye influencer marketing menjadi satu hal yang penting untuk dilakukan.

Mencari tahu seperti apa konten yang biasa dibuat oleh seorang influencer dan apa yang menjadi keinginan audiens menjadi riset penting yang perlu dilakukan demi keberhasilan kampanye influencer marketing.

Klik di sini untuk bekerjasama dengan influencer Terbaik di Asia Tenggara

Mengesampingkan kreativitas influencer

Kadang kala seorang pemasar menganggap influencer hanya sebagai media untuk mengiklankan produk mereka saja. Padahal lebih dari itu, kekuatan influencer yakni mereka mendapat kepercayaan yang tinggi dari para audiensnya dan bisa mempengaruhi keputusan pembelian followers mereka.

Karena itu, memberikan ruang bagi influencer untuk membuat konten sesuai kreativitas mereka akan menjadikan sebuah kampanye influencer marketing dapat berjalan lebih efektif. Selain itu, suatu pesan yang disampaikan oleh influencer akan lebih bisa diterima masyarakat ketika si influencer menyampaikan pesan dengan ciri khasnya masing-masing. Dan mereka itu adalah orang yang paling mengetahui bagaimana cara untuk merangkul audiens mereka.

Sebuah studi dari TapInfluencer mengungkapkan bahwa, hal paling penting bagi seorang influencer adalah bagaimana mereka bisa menjaga keautentikan konten mereka. 71,25% influencer mengatakan, penting untuk tetap menjaga kejujuran, keterbukaan, dan rasa humor agar konten tetap menarik bagi audiens mereka.

Baca Juga : Influencer Bukan Billboard! Berikan Mereka Ruang Berkreasi

Tidak membangun hubungan baik dengan influencer

Mendapatkan kesan positif dari konsumen merupakan hal yang penting bagi sebuah brand, maka dari itu, kadang kala brand hanya mementingkan untuk membangun hubungan baik dengan konsumen mereka saja. Padahal membina hubungan baik dengan influencer yang telah bekerja sama dengan mereka juga merupakan hal yang krusial bagi perkembangan bisnis mereka.

Influencer adalah orang yang membawa nilai yang ingin disampaikan oleh sebuah brand kepada masyarakat. Melalui bantuan influencer, sebuah brand bisa membangun kepercayaan masyarakat terhadap suatu produk. Dan dengan menjaga hubungan yang baik dengan influencer, maka kesempatan untuk membuat audiens influencer tersebut menjadi fans dari produk terkait semakin terbuka lebar.

Tidak menjelaskan ekspektasi yang diharapkan

Memberikan ruang kreatif pada mereka merupakan hal penting di dalam influencer marketing, tetapi seorang pemasar juga perlu untuk memastikan konten yang dibuat oleh seorang influencer itu dapat membantu mereka meraih tujuan bisnis yang diharapkan.

Karena itu, seorang pemasar perlu menjelaskan mengenai ekspektasi yang ingin mereka dapatkan ketika bekerja sama dengan influencer tanpa mengganggu proses kreatif influencer tersebut. Misalnya saja dengan menjelaskan mengenai, pesan apa yang ingin disampaikan atau berapa konten yang dibutuhkan.

Baca Juga: Kiat Membuat Brief yang Baik untuk Influencer Marketing

Memberikan brief yang detail dan sesuai dengan objektif campaign marketing brand kepada influencerjuga bisa menjadi cara agar influencer mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tujuan ketika menjalankan sebuah campaign Influencer marketing. Dan dengan brief yang jelas dan tidak memaksa ditambah memberikan ruang kreativitas, tentu bisa membuat pesan yang disampaikan oleh influencer menjadi lebih unik dan tepat sasaran mencapai target market serta tujuan bisnis yang sudah ditentukan.

 

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles