Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Hindari Kesalahan Content Marketing Ini di Tahun 2020

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 19, 2020

Berkembang sejak beberapa tahun yang lalu, di tahun 2019 ini content marketing masih merupakan strategi yang banyak digunakan oleh para marketers karena terbukti efektif dapat mencapai objektif mereka. Dan pada tahun 2020 yang tinggal menghitung hari ini, content marketing masih dipercaya brand untuk mencapai tujuan bisnis mereka.

Berdasarkan survei yang dibuat oleh Content Marketing Institute menyatakan bahwa 92% marketers mengatakan bahwa perusahaan mereka melihat konten merupakan aset bisnis yang penting. Karena hal tersebut pula, para marketers perlu merencanakan dan memproduksi konten mereka secara tepat dan efektif agar strategi yang dijalankan tersebut dapat meningkatkan bisnis. Untuk itu, dalam menjalankan strategi content marketing, sebaiknya marketers menghindari beberapa kesalahan berikut.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Kurang memahami audiens

Agar konten dapat tepat sasaran adalah dengan memahami audiens akan apa yang mereka butuhkan. Raptmedia melalui datanya mengungkapkan bahwa, 55% pelanggan mengaku bahwa sebagian besar konten yang mereka dapatkan tidaklah relevan. Maka itu, ketika dapat menyajikan konten yang berguna bagi masyarakat, membuat brand dapat lebih mudah untuk mencapai objektif yang ditentukan. Dan cara untuk mencapainya adalah dengan mengenal audiens terlebih dahulu.

Setelah mengenal audiens, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar konten tersebut dapat tepat mencapai sasaran audiens. Misalnya dengan melihat insights yang diberikan oleh Google Analytics, dan membuat konten berdasarkan analisis kita terhadap insights tersebut.

Atau kita juga bisa membuat iklan digital melalui platform media sosial seperti Facebook atau Twitter untuk menargetkan audiens secara spesifik agar pesan yang ingin disampaikan konten terkait memiliki dampak maksimal.

Berpikiran konten akan viral dengan sendirinya

Banyak brand yang berpikir selama mereka dapat menyajikan konten dengan kualitas baik maka itu sudah cukup untuk dapat menarik perhatian audiens. Padahal sebenarnya proses untuk bisa mencapai sasaran audiens tidaklah sampai di situ. Karena kita juga perlu untuk mendistribusikannya secara tepat dan efektif.

Pendistribusian konten ini sebaiknya direncanakan secara matang. Kita perlu untuk mengetahui berapa biaya yang akan dikeluarkan, channel mana saja yang akan dimanfaatkan, termasuk objektif apa yang ingin dicapai, dan lain sebagainya.

Jika ingin memancing sasaran audiens yang lebih luas, kita bisa juga mendistribusikan konten melalui paid media/iklan digital seperti, Facebook Ads, Instagram sponsored post, Google Display Network (GDN) ads dan sebagainya.

Nah, untuk mendapatkan traffic secara organik, manfaatkan pula berbagai channel media sosial seperti YouTube atau instagram dengan membuat bentuk konten yang lebih beragam, semisal infografik, video, foto, dan lain-lain. Karena banyaknya ragam konten ini juga akan membantu untuk mencapai bermacam-macam tipe audiens.

Mengesampingkan konten evergreen

Memang benar adanya bahwa dengan membuat konten yang sesuai dengan tren dapat membantu konten kita mendapatkan traffic yang tinggi, namun hal ini hanya akan bertahan dalam jangka waktu yang singkat. Maka itu, perlu bagi brand untuk terus membuat konten-konten yang sifatnya evergreen. Bisa saja, konten evergreen tidak langsung meningkatkan traffic, tetapi akan membantu ketenaran situs dalam 3-5 tahun ke depan, dan besar peluang bahwa situs tersebut masih akan terus dicari audiens dalam jangka waktu yang panjang.

Membuat konten yang tidak sesuai sales funnel

Banyak tahap yang terjadi dalam proses pembelian, karena itu, penting bagi marketers untuk memetakan konten mereka pada setiap tahapan pembelian masyarakat. Jika kita hanya fokus untuk membuat konten pada tahap awareness, pada akhirnya brand akan kesulitan untuk mengajak audiensnya mau menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.

Konten yang bersifat edukatif memang dapat efektif untuk meningkatkan awareness, tetapi brand perlu juga untuk membuat case study untuk lebih memancing audiens agar mau melakukan pembelian.

Salah mengutip fakta

Fakta merupakan fondasi penting untuk membangun kepercayaan audiens. Salah mengutip atau menganalisis fakta dapat menurukan kredibilitas brand dan menghilangkan kepercayaan masyarakat.

Tentunya brand ingin menyajikan konten yang informatif dan dapat membantu masyarakat. Dan untuk dapat mencapai hal tersebut, brand dapat menggunakan platform seperti Wikipedia untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Mengabaikan data

Sama seperti saat ini, pada tahun 2020, data masih memegang peranan penting untuk meningkatkan performa konten. Maka, kita tidak bisa mengabaikan data begitu saja. Data ini juga akan membantu dalam proses ideation karena, kita sudah tahu konten seperti apa yang disukai masyarakat, sehingga konten yang disajikan pun dapat lebih relevan. Sementara tanpa data, konten hanya berdasarkan asumsi saja.

Selain itu, data yang kita kumpulkan tersebut juga akan membantu dalam membangun strategi yang tepat. Seperti, mencari cara untuk melakukan repurpose konten dengan taktik yang lebih spesifik. Atau kalau melihat ada performa konten yang kurang maksimal kita dapat mengetahui penyebabnya dan mencari inisiatif lain yang dapat membantu perkembangan situs.

Baca Juga: Tips Menjalankan Campaign Marketing di Tahun 2020

Ada beberapa kesalahan yang memang perlu dihindari oleh marketers ketika sedang membangun strategi content marketing mereka. Namun salah satu kesalahan terbesar adalah jika Anda tidak berani mencobanya.

Ingin mendapat insight menarik seputar dunia Content Marketing? Yuk ikuti diskusi Jakarta Marketers Meetup di bulan Desember 2019 ini.

RSVP: https://academy.getcraft.com/id/events/year-in-review-key-learnings-on-content-marketing-in-indonesia

JMM Dec FB Twitter

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles