Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Hal yang Penting Diperhatikan untuk Native Advertising via Kreator YouTube

By
GetCraft
 •
May 26, 2020

Tak bisa dipungkiri, kini YouTube menjadi salah satu media yang paling digemari masyarakat. Buktinya, platform ini tercatat memiliki lebih dari 1,3 miliar user di dunia, dan tiap harinya ditonton lebih dari 5 miliar pasang mata. Selain itu, 8 dari 10 orang berusia 18 sampai 49 tahun menyebut bahwa mereka menonton YouTube secara reguler.

Bahkan, 95% generasi Z mengungkapkan kalau mereka adalah pengguna setia YouTube, dan 50% diantaranya mengaku kalau mereka tidak bisa hidup tanpa YouTube.

Salah satu kekuatan YouTube juga, selain punya banyak penonton, platform itu juga memiliki berbagai lapisan target audiens, yang masing-masing mencari berbagai tipe konten. Karena itu juga, YouTube menjadi media yang menggiurkan untuk para marketer mendistribusikan native advertising mereka.

Tapi, satu hal yang menjadi tantangan para pengelola brand adalah, bagaimana membuat konten native advertising mereka benar-benar menarik perhatian dan minat target market. Terkait hal itu, berikut ini 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan para pemasar, untuk mengoptimalkan konten video native advertising via kreator di YouTube.

Baca juga: Apa Itu Native Advertising?

Buat video yang berguna untuk audiens

Hal penting yang perlu dicatat, audiens YouTube relatif senang dengan konten yang menggugah emosi atau memberikan nilai juga pemahaman baru pada mereka. Konten seperti itu biasanya menarik mereka untuk bereaksi pada konten tersebut; entah sesimpel memberikan tanda like, atau berkomentar.

Menengok ke berbagai literatur, banyak yang mengungkapkan “more showing, less telling”. Pernyataan itu pun berlaku untuk konten video di YouTube. Maka itu buatlah video yang menarik ditonton, dan juga punya nilai guna buat penontonnya.

Tentang hal ini juga, saat sedang menggodok ide konten video untuk native advertising via kreator YouTube, pastikan video memiliki nilai yang mungkin dibutuhkan sasaran audiens. Jika tidak, kemungkinan besar video tidak akan menarik minat penonton.

Klik di sini untuk memakai jasa influencer YouTube terbaik di Asia Tenggara

Pastikan konten video relevan dengan minat audiens

Apa yang diharapkan para penonton YouTube? Jawabannya, menarik dan relevan. Tapi, menarik dan relevan seperti apa yang cocok dengan audiens yang disasar?

Beberapa survei dari Frukt mengungkapkan kalau 71% penonton berusia 24 sampai 35 tahun merasa kalau video hiburan dari brand menarik minat mereka. Dan 73% di antara responden juga menyatakan kalau kreator YouTube bisa memberikan keunikan tersendiri untuk brand terkait.

Para pemasar profesional mengungkapkan kalau mereka tidak akan membuat konten yang tidak relevan. Dan konten yang relevan berasal dari ketepatan menangkap minat atau keinginan penonton, bukan berdasarkan selera atau keinginan si pembuat konten.

Baca juga: Contoh Native Advertising yang Bisa Anda Tiru

Reach lebih penting dari views

Ada sebuah quote yang mengungkapkan, “Kuantitas adalah kualitas”. Begitupun dalam dunia digital marketing; salah satunya biasa dikenal dengan istilah reach.

Namun, jangan terlalu sederhana memahami istilah ini. Reach tidak mewakili berapa kali video ditonton oleh audiens, tapi berapa orang yang terjangkau konten video terkait. Dengan metrik ini, pemasar bisa memastikan jumlah sasaran audiens yang menonton konten video, ketimbang hanya berapa kali video ditonton.

Informasi jumlah reach ini bisa ditemukan pada panel Analytics di YouTube Studio Anda; lalu buka kanal Reach Viewers dan amati jumlah pada bagian Unique Viewers. Jadi, mintalah kreator untuk melaporkan jumlah tersebut.

Pencapaian tingkat keterjangkauan ini penting diketahui, untuk mengawasi tinggi atau rendahnya sebaran konten video ini, dalam kegiatan native advertising Anda. Sekaligus menggunakan data tersebut untuk mengoptimalisasi konten video yang akan diproduksi selanjutnya.

Baca Juga: Cara Membuat Native Advertising yang Menarik Minat Generasi Milenial

Demikian beberapa hal yang penting dipertimbangkan pemasar untuk mengoptimalkan konten di platform YouTube, dan memastikan apakah kegiatan native advertising yang dilakukan di YouTube berjalan efektif dan benar-benar menarik minat audiens yang disasar.

 

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles