Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Hal Penting di dalam Brief Sponsored Content

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 26, 2020

Sekarang ini kita sedang memasuki era di mana brand lebih senang untuk membuat sebuah iklan yang bersifat natural dan tidak menonjolkan penjualan. Dan karena hal ini terbukti efektif menarik minat audiens, maka marketers dituntut untuk membuat iklan dengan ide-ide kreatif yang tidak umum agar produk atau jasa yang mereka tawarkan itu bisa mencapai sasaran audiens yang memang sudah mereka tentukan.

Dan salah satu cara yang biasa digunakan untuk mencapai objektif tersebut adalah dengan membuat sponsored content yang bekerja sama dengan publisher.

Namun sebelum memulai kampanye sponsored content, salah satu kunci untuk mencapai kesuksesan adalah dengan memberikan brief yang jelas agar konten tadi bisa dieksekusi dengan tepat serta tujuan pemasaran menjadi tidak kabur.

Baca Juga: Perbedaan Native Advertising dengan Sponsored Content

Bagaimana cara membangun brief yang tepat untuk publisher sehingga bisa mencapai kesuksesan campaign?

Jangan terlalu mengontrol

Brand perlu untuk memberikan arahan umum yang jelas seperti apa nantinya kampanye marketing ini akan berjalan. Tujuan pemasaran juga menjadi bagian penting yang perlu dituturkan di dalam sebuah brief. Tetapi di satu sisi, memberikan kepercayaan kepada para publisher dari segi kreatif tentunya bisa membuat konten yang dibuat tadi dapat lebih bersinar. Dengan bahasa dan pembahasan unik yang menjadi ciri khas mereka, biasanya bisa membuat para audiens merasa lebih dekat dan percaya dengan konten yang dibuat tersebut.

Berikan spesifikasi target audiens

Ketika membangun sebuah brief, mengidentifikasikan siapa saja target audiens yang ingin kita sasar dan juga seperti apa konten yang ingin mereka baca menjadi hal yang penting dilakukan. Misalnya saja ketika membuat konten tentang musik, kita perlu membuat serangkaian artikel yang bisa menyasar beragam tipe audiens sesuai genre kesukaan mereka. Dengan begitu tentunya pesan yang ingin disampaikan bisa tepat sasaran.

Menjabarkan objektif

Satu hal mengapa brand ingin bekerja sama dengan publisher tentunya ingin mencapai tujuan bisnis. Maka itu, di dalam brief juga perlu menunjukkan secara jelas seperti apa objektif dari kampanye kita tersebut, apakah ingin mendapatkan awareness yang tinggi dari masyarakat, meningkatkan konversi pada penjualan atau membuat sebuah konten yang mudah di-share di media sosial.

Klik disini untuk bekerjasama dengan Publisher terbaik di Asia Tenggara

Memberikan gambaran mengenai brand terkait

Belum tentu publisher yang ingin diajak kerja sama itu sudah mengenal dengan baik brand kita. Karena itu kita perlu memberikan gambaran yang cukup jelas tentang apa yang menjadi pegangan penting bagi brand kita. Tidak hanya itu, memberitahukan visi dan misi sebagai perusahaan juga dapat membuat konten kreatif yang dibuat tersebut tidak bergeser dari nilai brand yang memang ingin dimajukan.

Tentukan deadline

Sebuah brief juga perlu untuk menyertakan waktu deadline yang jelas, baik itu untuk draft mentah ataupun final draft yang siap dipublikasikan. Walau begitu, kadang kala kita juga perlu memberikan sedikit fleksibilitas bagi para publisher ketika mereka tidak dapat memenuhi tenggat waktu yang ditentukan. Karena hal ini bisa membuat konten yang mereka berikan dapat lebih menarik dan bisa mengurangi berbagai kesalahan karena dibuat terburu-buru.

Mengenai aset kreatif

Kalau campaign yang dijalankan membutuhkan berbagai aset kreatif seperti copy writing, infografis, gambar atau video, maka kita perlu untuk memberikan arahan mengenai kapan dan di mana aset kreatif menjadi esensial ketika digunakan.

Di dalam sebuah brief untuk konten kreatif memang penting untuk menyertakan informasi yang jelas dan juga arahan yang spesifik. Tetapi ada juga beberapa hal yang mungkin bisa menjadi tambahan yang bisa dimasukkan agar konten yang dibuat bisa memiliki diferensiasi dengan konten yang pernah ada sebelumnya.

Apa yang pernah dibuat kompetitor

Jika kompetitor kita pernah membuat konten yang berhasil ataupun gagal, kita bisa memasukkan contoh tersebut di dalam brief sponsored content yang kita buat. Dan dengan begitu, kita bisa menghindari membuat konten yang terlalu umum dan belajar dari konten yang kurang berhasil di pasaran.

Jabarkan apa yang tidak boleh dimasukkan ke dalam konten

Setelah memasukkan hal-hal penting di dalam brief, kita juga bisa memasukkan beberapa peraturan agar konten tersebut nantinya bisa tetap terpaku pada pesan dan nilai brand yang memang sudah menjadi acuan. Contohnya, kita bisa memberitahukan beberapa bahasa yang mungkin tidak sesuai dengan karakter dari brand terkait.

Baca juga: Mengapa Sponsored Content Bagus untuk Strategi Pemasaran

Ketika sebuah brief dibuat secara jelas dan dapat dimengerti oleh publisher, tentunya kampanye sponsored content yang dijalankan dapat berjalan lebih efektif dan kualitas konten yang dihasilkan pun bisa sesuai dengan harapan.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles