Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Cara Mengoptimalkan Pemasaran Brand Anda Lewat LinkedIn

By
GetCraft
 •
May 25, 2020

Siapa menyangka kalau LinkedIn tidak hanya bisa digunakan sebagai media sosial untuk mencantumkan identitas profesional seorang individu saja? Ternyata peluang yang diberikan oleh LinkedIn tidak sesempit itu. Bahkan bagi sebuah brand bisnis sekalipun, Anda dijanjikan dapat mengembangkan brand Anda di dalam platform tersebut, salah satunya lewat content marketing.

LinkedIn sering disalahartikan sebagai media sosial yang fokus kepada performa individual. Namun pada kenyataannya, kekuatan LinkedIn sebagai media sosial meluas dari resume dan sejarah pekerjaan ke pengembangan bisnis, leads, koneksi, dan seterusnya.

Baca Juga: Memahami Apa Itu Content Marketing

Pada tahun 2015, Forbes mengatakan bahwa LinkedIn memiliki 380 juta pengguna dan masih terus bertambah karena platform tersebut menarik pengguna baru setiap 2 detiknya. Memang, LinkedIn umum digunakan untuk memamerkan personal achievement atau pengalaman kerja profesional Anda, namun ternyata dari begitu banyaknya pengguna LinkedIn di seluruh dunia, banyak brand yang berhasil memanfaatkan media sosial tersebut untuk memaksimalkan pemasaran lewat konten.

Contoh saja, Lenovo berhasil membangun relasi online yang menghasilkan awareness, konsiderasi pembelian barang-barang IT, hingga konversi lewat strategi content marketing yang dikembangkan dan dieksekusi oleh King Content. Lantas bagaimana cara memulai content marketing yang bisa diterapkan oleh brand bisnis Anda?

Taktik mengembangkan konten LinkedIn yang efektif

LinkedIn menulis dalam sebuah artikelnya, bahwa cara mengembangkan strategi konten bisa bermacam-macam. Contohnya dari brand teknologi yang bisa menerapkan “sense of humor” dalam kontennya; brand seperti Intel adalah salah satu pencetusnya. Dengan kreatifnya, mereka menggunakan kartun sebagai elemen visual mereka. Ternyata eksekusi seperti ini relevansinya kental (bahkan tech marketer juga menyukai konten-konten meme).

Pendekatan seperti ini menghasilkan engagement yang terus berkembang konsisten untuk Intel. Selipan konten humor memang baik untuk meng-engage pasar, namun, Intel juga tetap memastikan bahwa data dan riset tetap mereka cantumkan, apalagi yang mendekati pain points atau isu yang dihadapi pasar.

Lebih lanjutnya dalam taktik content marketing, LinkedIn menjelaskan bahwa dari banyaknya engagement yang didapat oleh brand, mereka tetap menyarankan untuk membuat campuran dari content marketing yang Anda lakukan. Dengan melakukan hal itu, Anda dapat tetap konsisten dengan gaya brand dan tone of voice sembari terus membuat konten yang fresh dan dapat membuat audiens Anda mendapatkan kembali alasan untuk memperhatikan laman LinkedIn yang Anda buat. Dari banyaknya pilihan, nantinya Anda akan menemukan start dan pendekatan yang paling pas untuk brand.

Mencari pengembang konten yang tepat

Setelah Anda membuat company page di LinkedIn, fokus yang harus dipikirkan adalah untuk mengisi konten pemasaran yang terarah. Jawabannya untuk ini adalah konten-konten lokal yang dekat dengan target pasar Anda. Menyediakan apa yang dibutuhkan akan lebih terlihat hasilnya dibandingkan Anda terpaksa harus membuat konten yang terlalu kental dan penuh dengan elemen brand.

Pengembang konten premium seperti GetCraft bisa membantu Anda menyelesaikan masalah seperti ini. Konten-konten premium yang disediakan dari berbagai macam kreator akan memberikan Anda pilihan yang lebih dari cukup untuk memulai strategi content marketing Anda.

Baca Juga: Langkah Riset untuk Content Marketing yang Efektif

Menurut Forbes, konten-konten berbentuk Slideshare dan video adalah pilihan tepat jika Anda ingin memulai memasarkan konten fresh via LinkedIn. Slideshow yang didesain dengan baik juga dipercaya oleh Forbes bisa menjadi tambahan dan variasi untuk laman bisnis Anda. Sedangkan, konten berbentuk video ternyata telah dilakukan oleh lebih dari 60% dari 100 brand terbaik yang aktif di LinkedIn. Menyediakan video juga dapat membantu target pasar Anda menyediakan waktu lebih lama untuk menggali laman bisnis LinkedIn Anda.

Saat merangkai strategi content marketing, Anda juga disarankan untuk tetap fokus dengan keyword yang digunakan. Dengan begitu, potensi konten Anda untuk scattered lebih rendah karena audiens Anda pada umumnya akan lebih bertahan dengan keyword fokus yang telah Anda tetapkan. Melakukan konsultasi dengan pengembang konten untuk hal seperti ini sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan hasil akhir konten-konten tersebut. 

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles