Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Cara Memilih Influencer yang Tepat

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 25, 2020

Bentuk advertising yang paling kredibel itu datang dari seseorang yang dikenal dan dipercaya oleh para audiens. Begitulah yang diungkapkan oleh Nielsen pada tahun 2015. Hal ini terbukti bahwa 83% responden global Nielsen mengungkapkan bahwa mereka sangat mempercayai rekomendasi yang diberikan oleh keluarga atau pun teman. Meski demikian, rasa percaya masyarakat sebenarnya tidak terpaku hanya dari inner-circle mereka saja, faktanya sebanyak 66% responden mengatakan percaya pada opini konsumen lain yang disiarkan secara online.

Baca juga: Memahami Influencer Marketing

Namun rekomendasi dari siapa pun itu, baik keluarga, sahabat, atau pun review dan komentar dari konsumen lain, hal ini merupakan bentuk dari Word of Mouth. Dan untuk saat ini, Word of Mouth yang cukup ampuh biasanya datang dari orang yang dipercaya oleh audiens. Karena itu pemasar perlu untuk menentukan Key Opinion Leader (KOL) sebagai upaya mereka membentuk Word of Mouth di tengah masyarakat agar mendapatkan kepercayaan.

Baca Juga: Studi Kasus 3 Influencer Marketing di GetCraft

Tetapi pertanyaannya, bagaimana cara menentukan influencer/KOL yang tepat?

Followers

Hal penting pertama yang perlu dilihat adalah followers dari KOL potensial yang ingin diajak bekerja sama. Dengan melihat jumlah followers, membuat pemasar dapat mengestimasi seberapa banyak sekiranya audiens yang akan melihat pesan tersebut.

 Engagement

Ketika menentukan KOL, sebaiknya jangan hanya terpukau oleh jumlah followers saja. Karena bisa saja, seorang KOL memiliki lebih dari 100 ribu followers namun hanya mendapatkan 100 likes atau 2 komentar saja. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa followers milik KOL tersebut tidaklah original atau menggunakan jasa "beli follower".

Karena itu, engagement dari seorang KOL merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Pemasar perlu mengetahui bagaimana keterlibatan audiens pada post seorang KOL. Karena bagaimanapun, KOL nantinya yang akan menjadi lidah penyambung sebuah brand kepada audiensnya.

Relevansi Brand

Seorang pemasar perlu untuk memilih dengan tepat KOL mana yang memang bergerak di industri yang sama dengannya terutama yang memang terjun pada spesifikasi bidang yang sama. Mereka perlu untuk mengetahui fokus konten dari KOL yang ingin diajak kerja sama itu.

Contohnya, sponsored post dari seorang musisi mengenai alat cukur mungkin tidak mendapatkan atensi yang besar. Maka, seorang pemasar perlu mencari tahu konten apa yang di-posting musisi tersebut dalam seminggu terakhir untuk melihat apakah produk mereka memang tepat dengan apa yang ingin dilihat oleh fans musisi tersebut. Lihat juga posting dari musisi tersebut mengenai produk yang serupa. Dan lihat bagaimana engagement-nya.

Klik di sini untuk bekerjasama dengan influencer Terbaik di Asia Tenggara

Sponsored Post dari KOL

Selain engagement dari sponsored post, pemasar juga perlu mengetahui brand apa saja yang sudah bekerja sama dengan KOL tersebut. Karena, selain penting untuk memastikan tidak ada kompetitor brand Anda yang pernah bekerja sama dengannya, semakin banyak sponsored post yang dihasilkan dalam feed pribadinya bisa membuat kredibilitas seorang KOL itu menjadi terganggu karena akunnya akan dianggap publik terlalu "spamming atau terlalu komersial". Mungkin seorang pemasar perlu untuk mencoba bekerja sama dengan micro influencer untuk lebih menarik minat niche market.

Yang harus jeli untuk diperhatikan adalah dalam hal mengecek riwayat feed influencer yang sedang dipertimbangkan brand Anda, beberapa kasus saat bekerja sama dengan influencer/KOL yang kerap terjadi adalah karena di feed-feed terdahulu, influencer ini pernah bekerja sama dengan kompetitor dan beberapa bahkan pernah dikenal sebagai brand ambassador suatu brand.

Multiple Social Media Accounts

Seorang KOL mungkin memiliki berbagai akun media sosial seperti Instagram, Facebook atau pun Twitter. Karena itu, seorang pemasar perlu untuk membuat strategi pemasaran media sosial mana yang paling cocok untuk digunakan dan bagaimana cara penyampaian pesan yang tepat dari tiap medial sosial tersebut agar bisa mencapai KPI dan target market yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Instagram Influencer Marketing : Paid Ads VS Organic Review

Strategi pemasaran yang melibatkan influencer atau KOL memang biasanya lebih banyak dilakukan perusahaan B2C. Namun kenyataannya, perusahaan B2B juga bisa mendapatkan keuntungan melalui strategi ini, asalkan bisa memilih influencer atau KOL yang tepat, sesuai dengan tujuan marketing yang diharapkan.

Maka itu, penting untuk mengidentifikasi karakter tiap influencer atau KOL, dan followers-nya. Karena ada yang tergolong selebritas dan bagus untuk membangun awareness; ada pula yang tergolong ahli atau opinion leader yang lebih tepat untuk memperkuat kredibilitas brand, bahkan menarik perhatian media massa.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles