Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Cara Melakukan Retargeting untuk Meningkatkan Konversi

By
Dimas Gityandraputra
 •
May 26, 2020

Ketika berbicara soal marketing -apa pun itu bentuknya- tentu dibutuhkan percobaan lebih dari satu kali untuk bisa mencapai hasil signifikan yang diinginkan. Kita tidak bisa mengharapkan para target konsumen akan langsung melakukan pembelian ketika melihat sebuah advertising pada pertama kalinya, atau kita tidak bisa berasumsi bahwa setiap orang yang mendatangi situs milik brand sudah siap untuk membeli. Berdasarkan data dari Hubspot, hanya 2% traffic yang terkonversi menjadi pembeli ketika pertama kali mengunjungi sebuah website.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Walaupun, jika seseorang sudah tertarik dengan apa yang brand tawarkan, masih banyak faktor lain yang perlu dipadukan agar pembelian benar-benar terjadi. Misalnya, ketika para calon konsumen mencari barang melalui device mereka, maka ada kemungkinan besar para window shopper akan kehilangan ketertarikan mereka untuk membeli setelah meninggalkan website kita dengan tangan kosong.

Karena itu, tugas sebagai seorang marketer adalah perlu mempertahankan keinginan para target konsumen dan memberikan motivasi ekstra yang mereka butuhkan, supaya pada akhirnya mereka mau melakukan pembelian. Dan salah satu cara yang direkomendasikan GetCraft adalah melakukan retargeting.

Retargeting atau yang biasa dikenal juga dengan remarketing, adalah suatu cara untuk membantu para calon konsumen yang memang sudah memiliki ketertarikan dengan produk kita, sampai mengambil keputusan untuk membelinya. Dan untuk bisa mencapai hal tersebut, maka kita perlu sebuah strategi dalam menyajikan iklan yang relevan sehingga dapat menginspirasi mereka untuk mengambil langkah pembelian.

Tetapi, sebenarnya mana cara yang paling optimal agar pendekatan remarketing dapat bekerja dengan baik? Apakah melalui ads yang terpampang langsung di depan calon konsumen yang sudah mengunjungi situs brand atau dengan cara mengirimkan konten promosi melalui mailing list? Salah satu dari keduanya mungkin saja jadi pendekatan terbaik.

Facebook dan Google sendiri kini sudah menyajikan berbagai opsi retargeting yang akan memudahkan para marketers untuk terhubung dengan para pelanggan yang memiliki kecenderungan untuk terkonversi secara efektif.

Memang masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, agar nantinya iklan retargeting bisa memiliki performa yang semakin baik dan secara tepat mencapai masyarakat yang disasar.

Melakukan segmentasi audiens

Cara retargeting yang paling efektif adalah dengan melakukan segmentasi terhadap para pengunjung website berdasarkan gender, lokasi, device yang biasa mereka gunakan serta atribut lainnya. Dengan melakukan segmentasi terhadap audiens yang telah melihat berbagai laman situs brand kita, akan sangat membantu untuk membuat sebuah iklan pada sasaran audiens yang tepat.

Contohnya, jika kita ingin retarget mereka yang mengunjungi home page, sebuah iklan yang memberikan konsep mengenai identitas brand akan menarik respon yang lebih tinggi. Namun di lain pihak, jika kita ingin menargetkan masyarakat yang ingin melihat produk tertentu pada kategori yang spesifik pula, iklan yang berhubungan dengan produk mungkin dapat menjadi triknya.

Mengatur frekuensi

Sama seperti ketika seseorang memasuki sebuah toko, tentu ketika mereka terlalu banyak dijejali oleh promosi, hal ini akan langsung mengurangi minat mereka terhadap suatu produk, Dan itu sama saja ketika ada seseorang mengunjungi situs brand, mereka pun tidak ingin terus diikuti oleh setiap advertising di setiap sudut internet.

Sebuah brand pastinya perlu untuk tetap terlihat di setiap perjalanan pembelian konsumen, tetapi jangan terlalu terlihat seolah-olah sedang men-stalking para calon konsumen.

Satu hal yang perlu diingat juga bahwa setiap produk memiliki waktu tayang terbaiknya masing-masing. Misalnya, produk seperti tiket konser atau kebutuhan travel sebaiknya dilakukan retargeting secepatnya. Sementara untuk barang mewah seperti tas dari desainer ternama atau perhiasaan, dapat dilakukan retargeting di kemudian hari.

Melakukan penyegaran pada creative ads

Sebagian besar pelanggan juga akan langsung kehilangan minat terhadap iklan repetitif yang tidak relevan dengan posisi mereka di marketing funnel. Maka itu, nampaknya kurang tepat untuk memperlihatkan iklan yang sama terlalu sering kepada target konsumen tanpa mengetahui siapa mereka dan apa yang mereka butuhkan.

Dan cara agar sebuah advertising bisa terus fresh, kita bisa melakukan dengan memperhatikan iklan mana yang memiliki performa baik dan mana yang buruk. Informasi ini bisa didapat melalui sebuah A/B test yang diuji coba pada variabel yang spesifik. Setelah mengetahui mana iklan yang kurang baik, kita bisa fokus untuk membuat advertising yang benar-benar dapat bekerja secara optimal.

Baca Juga: Berbagai Tipe Konten untuk Menjaga Loyalitas Konsumen

Tergantung pada platform advertising yang dipilih, strategi retargeting haruslah bisa memiliki keseimbangan antara segementasi, frekuensi dan kreativitas. Dan ini artinya bahwa sebuah iklan perlu diperlihatkan kepada orang yang kemungkinan besar akan terkonversi menjadi pembeli. Karena itu, kita perlu untuk menyajikan iklan pada waktu yang paling menarik mereka, dan dengan materi kreatif sesuai dengan apa yang mereka senangi.

Dan kalau ingin membuat advertising untuk kebutuhan kampanye remarketing, tentunya kita akan membutuhkan bantuan dari writer, visual artist, dan konten kreator yang berpengalaman. Dan di GetCraft, kita bisa menemukan kreator ini secara cepat. Silahkan langsung klik tombol di bawah ini.

Cari Konten Kreator

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles