Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

3 Contoh Video Marketing dengan Budget Rendah

By
Kalya Risangdaru
 •
May 26, 2020

Di era teknologi ini, sudah terbukti bahwa konten berbentuk video menjadi hal menarik yang sehari-hari biasa kita tonton lewat layar ponsel maupun komputer. Konon, pada tahun 2019, diprediksi bahwa 80 persen content marketing yang beredar akan berbentuk video.

Selain itu riset yang mengatakan bahwa 85 persen audiens lebih tertarik untuk membeli sebuah produk setelah melihat video marketing brand juga mendukung strategi content marketing yang satu ini.

Namun, apakah stigma soal kebutuhan budget besar untuk sebuah campaign video marketing sudah tertanam di banyak orang. Tapi, benarkah sebuah video marketing selalu membutuhkan budget besar dalam produksinya?

Ternyata tidak. Ada beberapa contoh video marketing yang bisa dilakukan dengan budget minim, tanpa mengurangi keefektivitasannya sebagai alat pemasaran. Berikut beberapa contoh video marketing yang bisa dilakukan dengan budget minim untuk menjadi inspirasi brand Anda.

Baca Juga: Memahami Apa Itu Content Marketing

Video Demonstratif

Menurut Novonium, bentuk video demonstratif sangat mungkin dilakukan oleh para marketers yang memiliki budget minim. Walaupun video demonstratif terkadang bisa membuat bosan, mengemasnya dengan cara yang menghibur sudah terbukti dapat menjelaskan produk yang Anda tawarkan dengan jelas, tanpa basa-basi.

Sebuah video marketing dari Dermablend pernah membuktikannya. Dengan memberi judul “How do you judge a book?” Dermablend berhasil membuat video demonstratif yang menghibur dan unik untuk para audiensnya. Tujuannya, jelas untuk mendemonstrasikan keunggulan dari produk kosmetik mereka, yaitu foundation yang dapat memberikan coverage sempurna bagi penggunanya.

Video berdurasi hampir tiga menit ini menunjukkan bagaimana produk foundation Dermablend mampu memberikan hasil yang sempurna, bahkan untuk orang bertato, seperti dalam video berikut:

Social Experiment Video

Salah satu cara untuk menjelaskan bagaimana produk Anda berpengaruh pada masyarakat adalah dengan melakukan video marketing yang berbentuk eksperimen sosial. Keuntungan tambahan dari video ini adalah budget-nya yang minim.

Bentuk video ini sering dilakukan oleh brand-brand populer belakangan ini. Selain menarik karena audiens dapat melihat reaksi orang lain di dalam video, brand juga dapat menyelipkan nilai moral yang dijunjung oleh brand dalam video marketing tersebut. Dalam peta konsepnya, pastikan bahwa Anda tidak sekedar bertingkah aneh untuk mendapatkan atensi dari masyarakat, namun juga sesuatu yang sifatnya mengedukasi audiens Anda.

Dove dan Nestle berhasil melakukan video marketing dalam bentuk social experiment ini. Seperti yang sudah dituliskan sebelumnya, Dove dan Nestle tetap mencantumkan edukasi untuk para audiensnya dalam video marketing mereka. Dalam video marketing mereka, Dove percaya bahwa semua orang memiliki daya tarik yang berbeda-beda dan bahwa setiap individu harus percaya bahwa dirinya “cantik”. Di sisi lain, Nestle dalam video social experiment mereka menjelaskan bahwa gesture sapaan “Halo” belakangan menjadi kurang efektif dalam bersosialisasi.

Nestle:

Video Review

Yang terakhir adalah video review. Video yang padat informasi ini biasanya dilakukan dengan bekerja sama dengan para influencer yang target pasarnya cocok dengan brand Anda. Untuk para marketers, sebelum menjalankan kerjasama dengan influencer, ada baiknya untuk melakukan riset yang mendalam tentang persona si influencer.

Sudah beberapa tahun ini, brand MAC Cosmetics membuat bentuk video review pada channel YouTube mereka dengan bekerja sama dengan para beauty guru yang memiliki keunikan dalam kreasi makeup-nya. Desi Perkins, seorang beauty guru dari Amerika Serikat ditunjuk MAC Cosmetics sebagai influencer terpilih di awal tahun 2018 lalu.

Dalam videonya, Desi Perkins berhasil meyakinkan audiens tentang kualitas dan keindahan yang dijanjikan oleh brand MAC Cosmetics. Lewat tutorial “Highliter Hack” yang ia demonstrasikan dalam video itu, Desi Perkins khusus menggunakan produk yang telah disetujui oleh pihak brand. Video review seperti ini dirasa efektif karena dapat menjangkau audiens dari si influencer dan audiens dari brand itu sendiri.

MAC:

Baca Juga: Checklist untuk Mengoptimalkan SEO Video Marketing

Klik disini untuk bekerjasama dengan Videografer terbaik di Asia Tenggara

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles