Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Memilih Publisher atau Influencer untuk Sponsored Content Suatu Produk

By
GetCraft
 •
May 26, 2020

Ada kalanya seorang pemasar merasa kebingungan ketika menentukan strategi marketing apa yang paling cocok untuk mereka terapkan agar bisa mencapai KPI yang telah ditentukan. Semisal, untuk mendistribusikan sponsored post, mereka kerap kesulitan menentukan apakah harus bekerja sama dengan influencer atau publisher.

Walau begitu ada juga beberapa hal yang mungkin bisa diidentifikasi untuk memudahkan pemasar ketika menentukan mana yang lebih cocok untuk mereka ajak kerja sama.

Baca Juga: Perbedaan Native Advertising dengan Sponsored Content

Objektif

Tujuan bisnis menjadi hal pertama yang perlu diidentifikasi oleh pemasar sebelum menentukan bekerja sama dengan influencer atau publisher.

Untuk meningkatkan brand awareness, pemasar bisa mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan influencer. Mengapa? Karena jumlah followers dari influencer yang banyak, tentunya dapat membuat suatu produk akan lebih dikenal. Selain itu, influencer merupakan sosok yang dipercaya oleh masyarakat. Opini dan rekomendasi yang mereka sampaikan bisa memengaruhi keputusan seseorang untuk membeli suatu produk.

Atau ketika seorang pemasar berkeinginan untuk meluncurkan produk baru, strategi influencer marketing bisa juga menjadi kunci untuk meraih kesuksesan. Menurut data, 75% masyarakat akan mencari rekomendasi produk melalui media sosial mereka sebelum memutuskan untuk membeli. Dengan begitu, rekomendasi influencer yang disampaikan melalui media sosial mereka, bisa menjadi bahan pertimbangan yang cukup ampuh bagi masyarakat.

Ketika memilih bekerja sama dengan influencer, pemasar perlu untuk mencari seorang influencer yang kontennya memiliki relevansi dengan produk mereka dan juga memiliki spesifik audiens yang cocok dengan brand terkait.

Tetapi seorang pemasar mungkin memiliki tujuan lain selain meningkatkan awareness, misalnya ingin mendapatkan kredibilitas brand. Ketika memiliki objektif ini, pemasar dapat bekerja sama dengan publisher untuk menerbitkan sebuah konten yang berkualitas dan memiliki nilai lebih bagi audiens mereka.

Target audiens akan selalu penasaran dengan bagaimana perfoma suatu produk sebelum mereka memutuskan untuk membelinya. Dan melalui publisher, brand bisa membuat sebuah konten yang menarik dan memposisikan diri mereka sebagai seorang yang ahli dalam produk terkait. Hal ini akan memengaruhi pertimbangan seorang konsumen karena mereka mendapatkan informasi bermanfaat yang membantu mereka membuat keputusan.

Ketika bekerja sama dengan publisher, melalui rubrik-rubriknya mereka bisa mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam diskusi pada konten yang dibuat oleh brand terkait.

Budget

Bekerja sama dengan influencer tentu memberikan banyak manfaat bagi sebuah brand, namun di sisi lain terdapat juga beberapa tantangan ketika memilih mereka untuk bekerja sama dengan brand, misalnya saja biaya yang dikeluarkan cukup tinggi dan juga minimnya kontrol terhadap konten yang telah dibuat. Dan hal inilah yang kadang menyebabkan brand lebih mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan publisher.

Meskipun demikian, lewat publisher mungkin sebuah brand bisa melakukan kontrol terhadap konten yang mereka buat seperti, bagaimana gaya penulisannya, seperti apa penyebarannya dan lain-lain, namun pemasar perlu mengeluarkan dana tambahan untuk dapat menarik minat khalayak. Berbeda dengan bekerja sama dengan influencer yang telah memiliki banyak followers loyal dan lebih baik dalam mendapatkan engagement masyarakat.

Klik di sini untuk bekerjasama dengan influencer Terbaik di Asia Tenggara

Tipe Produk

Pemasar perlu menentukan strategi marketing yang tepat untuk produknya. Karena tidak ada satu pun strategi pemasaran yang cocok untuk diterapkan untuk semua permasalahan. Jika ada satu strategi yang berhasil diterapkan untuk suatu produk, belum tentu strategi itu akan mendapatkan hasil yang sama baiknya untuk produk lain.

Misalnya saja, influencer marketing akan cocok diterapkan untuk produk makanan. Karena pesan unik yang disampaikan influencer dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Seorang food influencer yang sudah ternama tentunya dapat memikat masyarakat agar mau mencoba suatu produk biskuit. Karena audiens percaya dengan selera influencer tersebut, maka brand biskuit tadi bisa mendapatkan engagement yang tinggi dari masyarakat yang mungkin mengakibatkan jumlah penjualan biskuit tadi meningkat pesat.

Namun apabila ada suatu produk yang berhubungan dengan teknologi, bekerja sama dengan publisher mungkin lebih cocok diterapkan. Karena masyarakat butuh mengetahui seperti apa spesifikasi dari produk tersebut. Dan mereka juga ingin tahu, misalkan apa yang menyebabkan suatu komputer lebih canggih dari komputer lainnya.

Masyarakat tentu tidak mau kecewa karena salah membeli suatu produk atau merasa ternyata produk tersebut tidak cocok untuk mereka. Itu sebabnya mereka terus penasaran dan mencari suatu konten yang dapat menjelaskan apa yang menjadi keunggulan produk yang ingin mereka beli itu. Dan bekerja sama dengan publisher tentu dapat membuat pemasar dapat lebih medeskripsikan produk miliknya dan membuat masyarakat tertarik untuk membeli produk tersebut.

Baca Juga: Mengapa Sponsored Content Bagus Untuk Strategi Pemasaran

Baik itu bekerja sama dengan influencer ataupun publisher, merupakan hal yang krusial bagi pemasar agar bisa mencapai tujuan bisnis yang ditentukan. Dan memilih strategi yang tepat untuk mempromosikan produk, tentunya dapat membantu kampanye yang dijalankan meraih kesuksesan.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Related articles