Sign Up to MarketingCraft Newsletter for Free!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

3 Jenis Konten Visual Terbaik untuk Kampanye Branded Content

By
iMarketology
 •
May 19, 2020

Branded content atau sponsored content adalah bentuk native advertising yang diproduksi dan dipublikasikan para penerbit atau influencers atas nama dan untuk sebuah brand.

Konten-konten yang diproduksi tersebut akan terlihat natural seperti yang biasanya diproduksi dan dipublikasikan oleh penerbit atau influencers dan dapat berbentuk artikel, infografis, foto, atau video. Sponsored content yang diproduksi dan dipublikasikan oleh para penerbit atau influencers ini disebut juga dengan branded content.

Contoh pengalaman yang akan dialami audiens adalah, semisal mereka sedang mencari informasi tentang liburan ke pantai. Kemudian ketika membaca sebuah artikel, ternyata konten tersebut juga mengarahkan audiens pada informasi mengenai sebuah produk perawatan kulit yang perlu dibawa ketika liburan. Dan itulah salah satu contoh dari branded content ini.

Branded content ideal digunakan dalam kampanye pemasaran dengan tujuan untuk mengomunikasikan lebih dari satu pesan. Hasil studi membuktikan bahwa branded content mampu memberikan dampak hasil yang lebih baik daripada iklan tradisional. Sebuah studi yang dilakukan oleh Nielsen menyatakan bahwa branded content mampu menghasilkan 86% brand recall, sedangkan iklan biasa hanya menghasilkan 65% brand recall saja.

Karena, pada prinsipnya kampanye branded content tetap sebuah kampanye iklan, tentu brand mengharapkan hasil akhir pembelian produk bagi brand mereka. Oleh karena itu, para penerbit atau influencers yang bekerja sama dengan brand dalam perlu memikirkan bagaimana caranya agar branded content tersebut bisa memberikan hasil yang sesuai yang diinginkan, seperti mendapat perhatian dari para audiens. Dan salah satu cara untuk menarik minat tersebut adalah dengan menampilkan konten yang menonjolkan visual.

3 visual konten 1

Sumber: https://neilpatel.com/blog/visual-content-you-need-to-use-in-your-marketing-campaign/

Bisa dibilang, konten digital visual adalah jenis konten digital yang efektif untuk kampanye branded content. Sebab 65% manusia adalah tipe manusia yang menyerap informasi secara visual. Dan 90% informasi yang masuk ke otak manusia adalah informasi visual.

Dan berikut ini adalah 3 jenis konten digital visual yang terbaik untuk digunakan dalam kampanye branded content oleh penerbit atau influencers, agar brand dapat mencapai objektif mereka:

Foto atau Gambar

Dengan memberikan beberapa foto atau gambar yang relevan pada artikel yang kita tayangkan, membuat audiens memiliki ketertarikan lebih untuk menikmati artikel tersebut sampai selesai. Artikel yang dilengkapi dengan beberapa foto atau gambar akan mendapatkan 94% audiens lebih banyak daripada artikel tanpa foto atau gambar.

Dalam menggunakan foto atau gambar ini, brand disarankan untuk menggunakan foto atau gambar yang orisinal yang kita buat sendiri. Namun, apabila foto atau gambar orisinal tersebut sulit disajikan karena masalah anggaran atau waktu, brand dapat pula memanfaatkan bank image gratis yang menyediakan berbagai gambar yang relevan dengan isi artikel yang kita buat. Kini, sudah banyak website bank image gratis seperti Unsplash dan Pexels.

Video

Konten video saat ini, merupakan konten favorit di mata audiens secara global. Alasannya, karena video mampu untuk menyampaikan pesan-pesan brand secara kaya dan menyeluruh.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Moz juga menunjukkan bahwa konten digital video mendapatkan inbound links 300% lebih banyak daripada jenis konten digital lainnya.

Infografis

Jenis konten visual infografis adalah konten yang paling tepat dan ideal untuk merepresentasikan data statistik yang kompleks dengan lebih sederhana dan menarik untuk dinikmati audiens.

Agar konten infografis yang diproduksi dan dipublikasikan memberikan hasil yang maksimal, unsur desain dan tata letak sangat penting untuk diperhatikan. Infografis harus menggunakan kombinasi warna yang tepat, bentuk, dan huruf yang sesuai untuk merepresentasikan data yang ingin disampaikan kepada audiens. Desain infografis yang digunakan tidak perlu terlalu canggih atau fancy, yang terpenting adalah data yang ingin disajikan ke audiens bisa terbaca dengan jelas dan mudah.

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tags:
No items found.

Related articles